Perjalanan Sehari ke Semarang: Nostalgia, Wisuda, dan Kota Lama
Pagi itu, pukul 07.00, kami berangkat dari Kota Solo menujuSemarang. Langit cerah dan udara pagi yang sejuk membuatperjalanan terasa menyenangkan. Sepanjang jalan, kami berbincang tentang banyak hal — dari kenangan masa kuliah, rencana masa depan, hingga obrolan ringan yang membuatwaktu berlalu tanpa terasa. Sekitar pertengahan perjalanan, kami berhenti sejenak di sebuah pom bensin untuk beristirahatdan mengisi bahan bakar. Setelah itu, kami kembali melaju, menyusuri jalanan antarkota yang hijau dan lapang.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih tiga jam. Sesampainya di Semarang, tujuan pertama kami adalahMasjid Agung Jawa Tengah, tempat diadakannya acara wisuda seorang teman yang baru saja menyelesaikan studinyadi Poltekkes Kemenkes Semarang. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi negeri yang khusus bergerak di bidang kesehatan. Di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, Poltekkes ini mencetak tenaga profesional melaluiberbagai program studi D3 dan D4, mulai dari keperawatan, kebidanan, gizi, kesehatan lingkungan, hingga teknologilaboratorium medis. Dengan kurikulum berbasis kebutuhanindustri dan fasilitas praktik yang lengkap, tidak heran jikalulusannya selalu siap kerja di berbagai layanan kesehatan.
Selesai menghadiri acara wisuda, kami melanjutkanperjalanan ke Kota Lama Semarang — kawasan bersejarahyang dijuluki "Little Netherland". Seolah memasuki lorongwaktu, kami dibuat takjub oleh bangunan-bangunan kolonialBelanda yang masih berdiri kokoh dan memesona. Jalananberbatu, kafe-kafe klasik, serta bangunan ikonik sepertiGereja Blenduk, Gedung Marba, dan Rumah Akarmenciptakan nuansa retro yang kental. Setiap sudut terasabegitu estetik, cocok untuk dijadikan latar foto kenangan. Kawasan ini tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga semangat baru dalam menjaga warisan budaya. Tak heran, Kota Lama Semarang kini masuk dalam daftar tentatifWarisan Dunia UNESCO.
Menjelang sore, kami menyempatkan diri berkeliling kota, menikmati suasana Semarang yang penuh kenangan. Kami melewati tempat-tempat yang dulu akrab di hati, mengenangmasa-masa yang pernah kami lalui bersama. Hari itu menjadimomen nostalgia yang hangat, penuh tawa dan cerita.
Menjelang pukul 20.00, kami pun bersiap kembali ke Solo. Meski lelah, perjalanan hari itu terasa sangat berarti — bukanhanya karena tempat-tempat yang kami kunjungi, tapi juga karena kebersamaan yang menghidupkan kembali kenangandan mempererat ikatan di antara kami.
Komentar
Posting Komentar